4 PERTANYAAN PENTING DARI PRODUK ASURANSI SYARIAH

Pertanyaan pertama, Apa perbedaan antara produk asuransi konvensional yang ada saat ini dengan produk asuransi syariah?

Sebenarnya perbedaan yang paling mendasar adalah akadnya. Kalau asuransi konvensional akadnya adalah jual beli. Jadi Anda mentransfer resiko kepada perusahaan asuransi dan jika terjadi sesuatu dengan Anda atau nasabah maka perusahaan asuransilah yang akan menanggung resiko itu.

Kalau asuransi syariah itu akadnya adalah tolong-menolong, tabarru, jadi semua peserta, saya, Anda dan semua peserta yang lain, sama-sama secara sukarela, secara ikhlas, sepakat kalau sampai terjadi sesuatu di antara peserta, maka dana tolong-menolong ini akan diberikan kepada orang yang terkena musibah. Jadi artinya kalau disini adalah bukan transfer resiko tapi adalah berbagi resiko. Perusahaan asuransi ada dimana? Perusahaan asuransi sebagai pengelola dananya.

Pertanyaan kedua, mengapa banyak orang berkata bahwa asuransi itu haram?

Asuransi konvensional itu akadnya adalah jual beli dimana jika jual beli harus ada kepastian kualitas, kuantitas, harga dan waktu. Orang berpikir jika asuransi katakanlah dengan premi 1 juta dan kemudian dapat 1 milyar. Ini uangnya darimana?

Ini riba, kemudian juga ada unsur yang untung ruginya & untung-untungan. Katakan Si A baru bayar premi 1 bulan 1 juta. Ada lagi si B, premi juga sama 1 juta. Yang pertama katakanlah, besok meninggal, sementara si B sudah bertahun-tahun tidak meninggal. Ini kan sudah untung-untungan, ini kan untungnya si A premi baru 1 bulan sudah meninggal. Jadi kalau akad jual beli tadi atau asuransi konvensional itu ada unsur untung-untungan (Maysir), ada unsur gharar (ketidakjelasan), ada unsur riba nya tadi.

Kalau asuransi syariah dimana akadnya adalah tolong-menolong sesama peserta secara ikhlas, secara sukarela sepakat bahwa jika terjadi sesuatu diantara peserta maka dana tolong-menolong tadi akan diberikan kepada orang yang terkena musibah. Jadi, secara otomatis unsur untung-untungan (Maysir), unsur gharar ( ketidakjelasan) dan riba itu gugur.

Pertanyaan ketiga, walaupun orang berkata ini asuransi syariah tetapi mengapa saya masih merasa ragu?

Yang pertama, Anda harus memilih agen asuransi yang benar, yang baik, nah yang paling penting minta sertifikasi dari AASI (asosiasi asuransi syariah indonesia). Yang kedua, Anda minta ke agen tersebut mana sertifikasi halal, sertifikasi dari MUI bahwa produk ini halal. Kalau mereka tidak bisa memberikan, Anda harus ragu.

Pertanyaan keempat, Mengapa Pak Dikky fokus pada bisnis asuransi syariah?

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Di konsep syariah ini ini menarik buat saya karena konsepnya adalah tolong menolong dan saya percaya, jika kita menabur kebaikan maka kita juga akan menuai kebaikan. Di produk syariah ini artinya saya mengajak orang lain untuk membantu orang-orang lain yang terkena musibah.

Jadi, saya mengajak semua orang itu saling tolong menolong dan tujuannya apa? Membantu orang lain yang terkena musibah & membantu saudara-saudara yang terkena musibah. Secara otomatis artinya kita membantu kehidupan seseorang atau orang lain menjadi lebih baik dan bermanfaat. Makanya saya fokus di asuransi syariah atau di bisnis syariah.

Kemudian alasan kedua kenapa saya di bisnis syariah karena marketnya luar biasa besar. Jadi artinya kalau asuransi syariah ini, saya katakan ini bukan untuk agama tertentu atau untuk golongan tertentu. Jadi asuransi syariah ini untuk semua orang, untuk siapapun, untuk golongan apapun dan untuk agama apapun. Coba Anda bayangkan Indonesia dimana 87% nya adalah penduduknya muslim. Indonesia memiliki penduduk muslim terbanyak di dunia.

Artinya apa? Ini Potensi Market yang Sangat Besar.

Saya sering katakan ke tim saya bahwa sekarang restoran padang tidak hanya orang padang saja yang berjualan. Ada orang jawa yang berjualan, orang sunda yang berjualan, orang Chinese pun ada yang berjualan restoran padang. Kenapa? Mereka melihat ini potensi bisnis dengan potensi income yang sangat luar biasa. Jadi, saat ini adalah saat Anda menabur & insya Alloh suatu hari nanti Anda akan menuai.

Related Posts

Copyright 2020 © Dikky Jolesar